Senin, 29 Februari 2016

sejarah tentang badminton (buutangkis)

assalamualaikum WR. WB. hari ini husayn akan cerita tentang badminton (bulu tangkis)


badminton adalah olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, badminton berkembang di negara mesir kun sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di negara india dan republik rakyat tiongkok.

nenek moyang terdirinya diperkirakan ialah sebuah permainan tionghoa, olahraga jianzi yang belibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. objek olahraga ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah (jatuh).

di inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut BATTLEDORES dan SHUTTLECOOCKS sangat terkenal. anak-anak pada waktu itu biasanya akan bermain memakai dayung atau tongkat (battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara. permainan ini cukup populer untuk nuansa harian di jalan-jalan london pada tahun 1854.

penduduk inggris membawa permainan ini ke jepang, republik rakyat tiongkok, siam, dan thailand, selagi mereka mengololonisasi asia. ini kemudian dengan segera menjadi olahraga anak-anak di wilajah mereka.

olahraga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas tentara britania di pune, inidia pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaing.

para tentara membawa permainan itu kembali ke inggris pada tahun 1850-an. olahraga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh ISAAC SPRATT, seorangpenyalur mainan inggris, berjudul BADMINTON BATTLEDORE (battledore bulu tangkis-
sebuah permainan baru). ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di gedung badminton (badminton house), astat DUKE OF BEAUFORT'S di GLOUCESTERSHIRE, inggris.

rancangan peraturan yang pertama ditulis KLUB BADMINTON BATH, pada tahun 1877. ASOSIASI BULU TANGKIS INGGRIS dibentuk pada tahun 1893.

bulutangkis menjadi sebuah olahraga populer di dunia, terutama di wilayah asia timur dan asia tenggara,




demikian cerita dari husayn ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

1 komentar: