Postingan

Lirik Lagu Jefferson - FSTVLST – PARADOKS DIAMETRAL (Cuts II)

  Jefferson -  FSTVLST – PARADOKS DIAMETRAL (Cuts II) Track: III.II – Jefferson Lirik semalam suntuk berdialektik terdengar hebat tumpah muntah berwacana adu teori orgy diksi miskin arti di kota menjelang runtuhnya pergunjingan yang tak berkesudahan makin larut carut marut berlogika riwayat panjang kegagalan makin panjang saja setelah diam, seruak pertanyaan tentang kematian, arti kehidupan ku cari di ujung malam dan selepas hujan ku dari utara merawat ingatan ke selatan lintasi jefferson benteng belanda dan penjara di taman enam puluh lima macam malam tertidur memimpikan yang tersembunyikan di tepi bulan sabit ku nikahi ribuan cerita yang telah digariskan mencari di jejak khaki dan pesan hati-hati berserah pada langkah yang menerka arah janji alam tak akan berubah nas tali pati niscaya kan terjadi enam puluh lima macam mati satu setengah juta kan hidup kembali di tepi sumur kapur ku bersaksi cahaya Gusti mereka sudah bekerja di pagi bu...

Lirik lagu Sumpah Galaxy - FSTVLST - PARADOKS DIAMETRAL

Sumpah Galaxy -  FSTVLST - PARADOKS DIAMETRAL Track: III.IX – Sumpah Galaxy Lirik sepertinya sudah sekujur raga ku persembahkan semua sepertinya sudah sepenuh jiwa teruntukkan padanya segala yang sempurna tentunya tak akan pernah ada segala yang jauh dari bijaksana yang terbaik ku bisa bersumpah mati tak pernah menjadikannya arti menanam makna seakan tanam yang sia-sia berulang kali berangsur menggelap tiba-tiba tak pernah berharap datang cahaya dari-Nya sudah seluruh raga dan jiwa sudah jelajah, arung dan tengadah sudah semuanya semakin menjauh dari yang sebenarnya ku cari semakin bertaruh semakin tak berbuah arti antara segala gelap dan gamang mengambil sikap tak pernah berharap datang cahaya dari-Nya cahaya dari-Nya cahaya sejauh apapun terbang pergi mencari ke penjuru matahari dan di atas galaksi kerinduan pada Ibu kerinduan sejati segala yang kau cari ada di dalam diri sepertinya sudah sepertinya sudah sepertinya sudah sepertinya suda...

there are a lot of things I can see when I slow down… and zoom out.

  I just realized there are a lot of things I can see when I slow down… and zoom out. Kemarin aku sempat merasa seperti sedang dikejar-kejar sesuatu. Tiba-tiba kepikiran, “Sebentar lagi udah mau Akhir Bulan aja… harapan dan target-targetku bulan ini sudah tercapai belum ya? Duh, aku cuma punya beberapa hari lagi.” Aku malah memposisikan diri seolah-olah waktu yang terbatas sedang mengejarku. Fokusnya jadi hanya ke tujuan dan hasil, bukan ke Proses & To Do Listnya. Akhirnya aku terjebak di cara berpikir seperti itu, looping di beberapa konteks. Terburu-buru (?). Lalu aku sadar satu hal yang ternyata sangat sederhana. Sebenarnya aku bukan hanya punya “beberapa hari lagi”. Aku selalu punya 24 jam di setiap hariku, dan 24 jam itu bahkan bisa dikalikan dengan sisa hari dari deadline yang sudah aku buat sendiri. Kalau benar-benar dimaknai dengan sadar, 24 jam itu panjang banget buatku. Cukup panjang untuk explore sesuatu yang baru. Cukup panjang untuk memperbaiki kesalahan kemarin. B...

Hai, Apakabar?

Hai kawan, izin untuk mulai mengaktifkan kembali ruang ini, ruang yang dulu pernah menjadi salah satu kebahagiaanku saat kecil, hihihi. Akhir-akhir ini, seperti ada kerinduan. Kerinduan untuk kembali menulis, kembali bercerita, dan kembali mendokumentasikan hal-hal kecil yang sering terlewat begitu saja. Aku mulai menyadari bahwa dokumentasi bisa menjadi obat penawar rindku,  rindu pada proses, rindu pada versi diri yang pernah berjuang, dan mungkin… rindu pada diriku sendiri. Di tulisan-tulisan ke depan, aku ingin menjadikan ruang ini sebagai tempat untuk meng-update pemikiran dan sudut pandangku terhadap proses yang sedang aku jalani saat ini. Perlahan, tulisan-tulisan ini juga akan mengarah pada satu tujuan yang sedang kusiapkan: sebuah project buku yang berisi dokumentasi perjalanan dan prosesku. Bismillah, semoga bisa terealisasikan di tahun ini. Aamiin.

Makna yang Menggerakkan

Makna yang Menggerakkan Dalam “Neuro Semantics”, aku belajar bahwa hidup tidak selalu digerakkan oleh kejadian, melainkan oleh makna yang kusematkan pada kejadian tersebut. Setiap kejadian sejatinya netral, namun yang memberi arah adalah caraku menafsirkannya. Aku menyadari bahwa makna bisa sungguh-sungguh aku pahami di akhir peristiwa. Dan cara memandang makna itulah yang menentukan kualitas langkah-langkahku berikutnya. Makna yang kurang tepat bisa “memanjakanku”, sementara makna yang tepat bisa menjadi cahaya penunjuk jalanku. Lalu bagaimana cara kita tau makna itu tepat atau tidak? hihi.. sebentar, aku tanya mentorku dulu ya. Mentorku pernah bilang, “Le.. Memberi makna positif pada setiap gerakan yang kamu lakukan sejatinya sama dengan memberi makna pada hidup itu sendiri. Di situlah kamu belajar untuk benar-benar hadir. Saat gagal, kamu belajar memaknainya sebagai proses belajar, tanda bahwa pemahamanmu sedang dinaikkan levelnya. Sedangkan saat (sedang) berhasil, Maknai sebagai uj...

JANGKAR 2018-KEMPING

Haloo semuanya, Assalamualaikum WR. WB. hmm.... yaa, hari ini aku mau cerita, saat aku kemping di acara JANGKAR 2018. Bagi temen-temen yang belum tau, apa itu jangkar, jadii... jangkar itu adalah sebua acara yang diselenggarakan dengan klub oase (komunitas homeschooling) ber-jejaring bersama, lalu, jangkar itu adalah, singkatan dari, jumpa kangen keluarga pendidikan rumah. Disana, kita melakukan banyakk hal yang seru, dan kebetulan... aku termasuk dalam acara ini, yap benar, aku jadi salahsatu panitianya, bukan panitia sih, lebih tepatnya, jadi krutik, tugasnya membantu para pembicara, mengisi acara yang ada di jangkar tersebut, seperti... mengankat barang yang dibutuhkan, meng absen orang-orang yang hadir, dan nanti, para krutik akan di gaji... ops :) hehe Di jangkar ini sangat seru lho, acara jangkar 2018 ini, bertempat di cibodas-bogor-puncak, dan berlangsung selama 3 hari, 2 malam, acara ini sangatttt ramai, ada 104 keluarga yang hadir saat acara itu... bayangkan, betapa b...